1. JNB TAIRAS : Tokoh Katalogisasi dan Klasifikasi Indonesia
Perkembangan ilmu pengetahuan, tidak akan terlepas dari perjuangan ataupun sumbangsih seorang tokoh dalam bidang ilmu pengetahuan tersebut. Dalam makalah ini, penulis akan menguraikan secara singkat tentang tokoh di bidang perpustakaan, yaitu Bapak J.N.B. Tairas. Beliau banyak dikenal oleh kalangan pustakawan karena hasil karyanya banyak digunakan sebagai alat dalam pengolahan bahan pustaka, terutama dalam hal pekerjaan-pekerjaan katalogisasi dan klasifikasi.
J.N.B. Tairas merupakan seorang pustakawan yang pertama menjadi wakil Indonesia dan sekaligus sebagai pemakalah pada International Conference on Cataloguing Principles (ICCP) yang dilaksanakan di Paris pada oktober 1961, hasil dari konreferensi tersebut kemudian dikenal dengan Paris Principles. Pada konferensi tersebut beliau membawakan makalah berjudul “Cataloguing of Indonesia Names”.
• Pustakawan Bukan Cita-Cita J.N.B. Tairas
Di Kotamobagu Sualwesi Utara pada tanggal 19 Januari 1929, J.N.B. Tairas dilahirkan. Ayahnya yang seorang guru sekolah rakyat mendidiknya dengan ketat, nama lengkapnya adalah Jan Ngion Benyamin Tairas. Beliau adalah Pustakawan senior yang sejak tahun 1952 sampai dengan wafatnya pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2004 tetap mengabdikan dirinya dalam dunia perpustakaan. Selama hidupnya beliau juga aktif pada berbagai kegiatan pelayanan keagamaan dan kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.
Pendidikan yang dilaluinya dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah, masih menggunakan sistem pendidikan model Belanda. Pendidikan jenjang MULO B diselesaikan di Tomohon Sulawesi Utara pada tahun 1948. pada Tahun 1949 – 1950 melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu AMS B yang kemudian dilebur menjadi SMA yang ditamatkannya di SMA Negeri bagian B di Tomohon pada tahun 1952.
Setelah lulus SMA sedianya ingin menlanjutkan ke perguruan tinggi di Makasar dan bercita-cita menjadi ahli ekonomi, manun karena keadaan keuangan yang tidak memeungkinkan pada saat itu, maka Tairas muda melamar pekerjaan dan diterima di Perpustakaan Rakyat Makasar. Hal tersebut merupakan titik awal J.N.B. Tairas menggeluti profesi pustakawan.
Pada awal bulan Oktober 1954, J.N.B. Tairas berangkat ke Jakarta guna mengikuti Kursus Pendidikan Ahli Perpustakaan (KPAP), yang bertempat di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 selama 2 tahun, kursus tersebut adalah meruapakan angkatan yang ke 3. Pengajar pada kusrsus pimpinan A.H. Habraken tersebut semuanya mendapatkan pendidikan perpustakaan di Netherland. Setamat dari KPAP tahun 1956, Tairas Tidak pulang ke kota asal, sebagai lulusan terbaik beliau diminta untuk menjadi pengajar paroh waktu untuk angkatan berikutnya. Kemudian karir pustakawannya berlanjut mulai tanggal 1 Desember 1956 di Kantor Pusat Perpustakaan Rakyat, Jawatan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pengajaran dengan tugas sebagai guru tidak tetap pada kursus tertulis Pembimbing Pendidikan Masyarakat, Jurusan Perpustakaan.
J.N.B. Tairas diangkat sebagai Guru Muda Tingkat II dan ditugaskan pada KPAP Jakarta sebagai pegawai tetap sampai dengan tahun 1970. KPAP pada tahun 1961 menjadi pendidikan tingkat sarjana. Untuk meningkatkan kemampuan keilmuannya Tairas dikirim ke New Zeland untuk mengikuti pendidikan profesional- non gelar selama 2 tahun yang bertempat di The National Library Service. Sesudah 9 bulan pendidikan , pada tanggal 29 Nopember 1959 Tairas menamatkan pendidikan di New Zeland tersebut, dengan makalahnya yang berjudul Toward to The National Library of Indonesia, makalah tersebut terpilih sebagai salah satu dari dua makalah untuk diterbitkan oleh The Library School dalam Jurnal Nomor 1 seri Library School Studies in Library Administration, tahun 1960.
Pada tahun 1959 J.N.B. Tairas sudah mengemukakan ide untuk pendirian perpustakan nasional di Indonesia, namun demikian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia baru berdiri pada tahun 1989, dengan dasar Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1989. Dengan demikain ide tentang perpustakaan nasional dari Tairas baru terlaksana setelah 30 tahun.
Sekembalinya dari New Zeland bulan Juli 1960, Tairas menempati posisi semula sebagai dosen tetap KPAP yang merupakan cikal bakal berdirinya Jurusan Ilmu Perpustakaan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sesuai dengan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) tahun 1963 Tairas diangkat menjadi Asisten Dosen Perguruan Tinggi. Selanjutnya mulai bulan April 1964 ditugaskan sebagai dosen mata kuliah Organisasi, Teori Katalogus, Klasifikasi dan Pemeriksaan Bibliografi. Tahun 1969 keluar surat edaran Dekan Fakultas Sastra UI, didalam surat ederan tersebut dinyatakan bahwa tanggung jawab untuk suatu mata kuliah adalah sarjana. Pada tahun berikutnya, tepatnya bulan Mei 1970, karena hal tersebut akhirnya, atas perminataan sendiri berhenti menjadi dosen. Pada waktu itu sebetulnya Tairas mempunyai tugas rangkap sebagai Chief Cataloger pada The Library of Congress Acquisition Office Jakarta.
• Karya-Karya J.N.B. Tairas
Dunia Perpustakaan mulai ditekuni oleh J.N.B. Tairas tahun 1952-1954 dengan bekerja pada Perpustakaan Rakyat Makasar, dan tahun 1956-1957 bekerja di Perpustakaan Rakyat Pusat di Jakarta. Juga bekerja sebaghai pustakawan di The Library of Congress Aquisition Office Jakarta, tahun 1964 – 1975 (sebagai Chief Cataloger), dan editor Library of Congress Accession List. Tahun 1965 – 1967 juga bekerja di Perpustakaan Lemhanas, kemudian sejak tahun 1976 – 1980 bekerja sebagai pustakwan freelance di berbagai perpustakaan swasta maupun instansi pemerintah. Dari tahun 1991 sampai dengan wafatnya J.N.B. Tairas bekerja sebagai konsultan di Perpustakaan Nasional RI, dan menangani proyek-proyek tertentu di perpustakaan tersebut. Hingga hari tuanya, karena dedikasi yang tinggi terhadap dunia kepustakawanan di Indonesia Tairas tetap aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dunia perpustakaan.
Pada saat bekerja di Perpustakaan Rakyat Makasar, beliau mendalami Universial Decimal Calsification, pedalaman sistem klasifikasi dilakukan karena sistem itu digunakan di perpustakaan tersebut. J.N.B. Tairas memiliki kemauan yang sangat tinggi dalam bidang katalogisasi dan klasifikasi, ini dibuktikan dengan kesukaanya pada mata kuliah pelajaran katalogisasi dan klasifikasi saat belajar di KPAP dan Library School di New Zeland (Hasugian, 2003). Hasil karya dalam bidang katalogisasi yang pernah dihasilkan, yaitu pada tahun 1960 bersama dengan Rojani menyusun Daftar Tajuk Subyek (tidak sempat diterbitkan). Sekembalinya dari Paris sebagai wakil Indonesia dan sekaligus sebagai pemakalah pada International Conference on Cataloguing Principles tahun 1961, keinginan untuk mendalami katalogisasi dan klasifikasi semakin kuat, sehingga akhirnya menjadi karya-karya yang dapat dipakai sebagai alat pengolahan bahan pustaka.
Pada saat Kongres Pustakawan Seluruh Indonesia tanggal 5-7 Juli 1973, beliau menyatakan bahwa walaupun pendidikan perpustakaan di Indoneisa sudah berusia 20 tahun, namun sangat sedikit yang dicapai dalam bidang katalogisasi dan klasifikasi. Hal tersebut terdapat dalam maklalahnya yang disampaikan pada acara tersebut, yang berjudul ”Tinjauan Klasifikasi dan Katalogisasi Dewasa ini di Indonesia”.Di dalam tahun yang sama (1973) J.N.B. Tairas menghasilkan sebuah karya bibliografi dengan judul ”Daftar Karya Bibliografi Indonesia”, bibliografi tersebut diterbitkan oleh Lembaga Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. J.N.B. Tairas pada tahun 1976 bersama Tim dari Pusat Pembinaan Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku Peraturan Katologisasi dan Nama-Nama Indonesia. Setahun kemudian (1977) Menerjemahkan buku Interntioanl Standard Bibliographic Description For Monographic Publication atau ISBD(M) dalam bahasa Indonesia.
2. Muhammad Azwan, M. Hum
Muhammad Azwar lahir di Ujung Pandang, 15 Januari 1980. Anak kelima (bungsu) dari pasangan Letkol (Purn). Inf. Drs. Abdul Muin (almarhum) dan Siti Rachima. Pendidikan dasar ditempuh di SDN 02 Sengkang (1987-1992). Kemudian melanjutkan di SMP Muhammadiyah V Mariso di Ujung Pandang hingga 1995. Pada tahun 1998 berhasil menyelesaikan pendidikan di SMUN 02 Ujung Pandang. Meraih gelar sarjana pertama di STAI Madinatul Ilmi, Depok jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah pada tahun 2005. Memperoleh kesempatan belajar dengan beasiswa dari Kementerian Agama di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi tahun 2009 dan memperoleh gelar Magister tahun 2011.
• Karya Ilmiah
1. MODS Metadata Alternatif dalam Pengembangan Aplikasi Perpustakaan Digital di Indonesia (Studi Kasus Senayan Library Management System) tahun 2012.
2. Information Literacy Skills : Strategi Penelusuran Informasi Online tahun 2013
3. Penerapan Knowledge Management (Studi Kasus SDIT Al-Hamidiyah Depok) tahun 2013.
4. Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan dengan Senayan Library Management System (SLiMS) tahun 2013.
5. Teori Simulakrum Jean Baudrillard dan upaya pustakawan mengidentifikasi informasi realitas tahun 2014.
6. Penerapan Sistem Otomasi di Perpustakaan Fakultas Adab Dan Humaniora UIN Alauddin Makassar tahun 2015.
7. Pemanfaatan Fitur Z39. 50 pada SLiMS (Studi Kasus di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin) tahun 2016.
8. Pemanfaatan Jurnal Elektronik oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2015.
9. Peranan Perpustakaan Sekolah dalam Mendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di SMA Negeri 1 Sinjai Tengah tahun 2016.
10. Kemampuan Mahasiswa dalam Menelusuri dan Mengevaluasi Informasi Berbasis Internet (Studi Kasus Mahasiswa JIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Angkatan 2007) tahun 2011.
11. Manajemen tata ruang perpustakaan pesantren madani Alauddin Pao-Pao Makassar tahun 2017.
3. Putu Laxman Pendit
Tokoh Pustakawan Indonesia Putu Laxman Pendit Nama : Putu Laxman Sanjaya Pendit TTL : Jakarta, 3 September 1959 Nama Orang Tua : a. Ayah : Nyoman S. Pendit b. Ibu : Murtini S. pendit Nama Istri : Meily Zulia Nama Anak : a. Shasha Kanitrisutra b. Raudry Bungadyarti Putu Laxman Sanjaya Pendit atau sering disebut dengan Putu Laxman Pendit ialah seorang pustakawan yang mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu dibidangnya antara lain sebagai penulis, peneliti, pendidik dan pengajar bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Kiprahnya sangat dikenal dikalangan para pustakawan yang haus dengan isu dan hal-hal fundamental tentang kepustakawanan.
Gagasan-gagasan segarnya selalu muncul dan menjadi topik diskusi yang hangat bagi pemerhati kepustakawanan Indonesia. Ia sosok pustakawan yang terbuka dan menerima saran atau kritikan yang sekiranya dapat membangun lebih baik karya-karyanya. Banyak perubahan-perubahan yang ia lakukan diantaranya penggunanaan perpustakaan digital yang dapat memudahkan masyarakat (pengguna) untuk mengakses informasi serta kreatifitas pustakawan untuk menarik minat pengunjung untuk datang ke perpustakaan. Seorang pustakawan harus proakftif dalam meningkatkan keterampilan sehingga tidak perlu menunggu pihak ketiga untuk bertindak terlebih dahulu untuk menyelesaikan apa yang telah menjadi pekerjaan pustakawan. Selain itu ,pustakawan dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan dirinya sendiri dan dengan demikian dapat terbukti dimasyarakat bahwa ia dapat diandalkan.
Gaya kepemimpinannya menggunakan model kepemimpinan demokratis karena berorientasi pada partisipasi masyarakat, bersifat terbuka, bawahan diberikan kesempatan untuk memberi saran, dan menghargai waktu serta pengambilan keputusan lebih mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun Putu Laxman Pendit juga sering bersikap ambisius, karena akibat keambisiusannya ia mampu berkontribusi terhadap peran pustakawan dalam melayani masyarakat akan kebutuhan informasi. Untuk itu kepemimpinan Putu Laxman Pendit dalam hal ini berpegang teguh pada tiga konteks utama yakni : komitmen, kompleksitas, dan kredibilitas.
Pendidikan · Sarjana dari Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik) (1986) · Master dalam Information Science dari Loughborough University of Technology, Inggris Raya (1988) · Ph.D dari School of Business Information, RMIT University, Melbourne Australia (1997-2000) dengan disertasi berjudul “The use of Information Technology in Public Information Services: an interpretive study of structural change via technology in the Indonesian Civil Service†Pengalaman Kerja · Asisten dosen matakuliah komunikasi, media, dan jurnalistik di Sekolah Tinggi Publisistik (1982) · Editor bidang teknologi dan luar negeri untuk Majalah Berita X-tra milik Femina Group (1985 – 1987) · Pengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia (1988-2004) Karya Tulis Penelitian · Penerapan teknologi hipertext untuk sistem informasi arkeologi. Buku · Menjadi Penulis: Membina Jemaat yang Menulis (sebagai penerjemah) · Empat Teori Pers (terjemahan) (1986) · Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sebuah pengantar diskusi Epistemologi & Metodologi (2003) · Mata Membaca, Kata Bersama (2007) · Perpustakaan Digital Dari A sampai Z (2008) · Kesinambungan dan Dinamika Perpustakaan Digital (2008) · Merajut Makna : Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Informasi (2009)
4. SULISTYO BASUKI
Lahir di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, 11 September 1941. Sulistyo-Basuki adalah Guru besar Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok.
Sulistyo-Basuki, atau akrab dipanggil Pak Sulis, merupakan putra pertama almarhum Bapak Hardjito dan Ibu Moeridjah Hardjito, yang kedua-duanya merupakan pensiunan guru Sekolah Rakjat di Blitar. Ibunda Moeridjah sempat merangkap pustakawan ketika menjadi guru bantu di Meisjes Vervolgschool Wlingi.
Pak Sulis merupakan pengajar dan penulis yang aktif. Buku-buku terbitannya telah menjadi pegangan dasar bagi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi di universitas seluruh Indonesia.
Ia menjadi putra Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dalam bidang Information and Library Science dan juga gelar profesor bidang Ilmu Perpustakaan (sejak tahun 1995).
Gelar doktor diraihnya akhir Juni 1984 di Case Western Reserve University Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Ia mempertahankan disertasi yang berjudul: A Citation Analysis of Agricultural and Medical Journals Published in Less Developed Countries, With Special Reference to the Regions of Africa Sub-Sahara, Latin America, and Southeast Asia.
Jabatan :
· Guru Besar, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (1995-2006)
· Pengajar , Program Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada. Pernah juga mengajar di Universitas Padjadjaran dan Universitas Negeri Yogyakarta
Pendidikan :
· Sardjana Muda – Universitas Indonesia (1963)
· Sarjana Sastra – Universitas Indonesia (1974)
· Master of Science in Library Science– Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
· Master of Arts (History) – Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
· Doctor of Philosophy, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1984)
· Diangkat sebagai professor di Universitas Indonesia pada tahun 1995
Pengalaman Kerja :
· 1962–1963 Perpustakaan Yayasan Yamin
· 1963–1965 Bagian Dokumentasi Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia
· 1965–1967 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
· 1967–1977 Departemen Luar Negeri
· 1977-sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dahulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia
· 1984–1986 Pengajar, Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
· 1990-2006 Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan Program Pascasarjana Universitas Indonesia
· 2006 – sekarang Pengajar tidak tetap di Program Pascasarjana Universitas Indonesia
· 1994-1996 Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Pemasyarakatan Arsip Nasional RI
Pengalaman Pelatihan :
· Mengajar berbagai kursus kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional RI, Arsip Daerah di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Irian Jaya;
· Pengajar Records Management Course 1995- 2000.
Buku :
· Administrasi Arsip: Sebuah Pengantar. Jakarta: [], 2001
· Manajemen Arsip Dinamis: Pengantar Memahami dan Mengelola Informasi dan Dokumen. Jakarta: Gramedia, 2003
· Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2006
· Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991
· Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994
B.TOKOH PERPUSTAKAAN INTERNASIONAL
1.GEORGE ABRAHAM MAKDISI
George Abraham Makdisi dalam Cita Humanisme Islam, mengungkap, Abd al-Salam merupakan pustakawan dan manajer administrasi yang terkenal dari Perpustakaan Dar al-Kutub di Baghdad. Ia seorang pakar humaniora. Selain itu, ia juga menguasai berbagai cabang pengetahuan, mulai dari ilmu Alquran, hadis, hingga leksikografi.
Melalui tangan dinginnya, perpustakaan ini tumbuh pesat dan menjadi salah satu kiblat pengetahuan di dunia Islam. Menurut Makdisi, ketika meninggal tahun 1014 Masehi, Abd al-Salam dimakamkan di sebelah makam pakar tata bahasa terkemuka, Abu Ali al- Farisi. Ini penghargaan atas kontribusinya dalam memajukan ilmu pengetahuan.
Al Qayrawani pun patut mendapat perhatian, mengingat keahliannya dalam mengelola perpustakaan di Madrasah Nizamiyah di Baghdad. Seperti halnya Abd al-Salam, dia juga seorang pakar, yakni di bidang filologi. Cendekiawan Muslim, al-Suyuthi, menyatakan al-Qayrawani adalah pustakawan pertama di perpustakaan yang berpengaruh tersebut.
Pustakawan sebagai profesi yang penting di era itu pun dibuktikan oleh kehadiran Abu Manshur Muhammad bin Ahmad al-Khazin. Ia wafat pada 1116 Masehi. Pakar fikih dari mazhab Syiah Imamiyah ini adalah juga pakar humaniora khususnya dalam ilmu tata bahasa dan leksikografi.
Makdisi menjelaskan, sebagai seorang kaligrafer terkemuka, Abu Manshur kerap mendapat tugas menyalin berbagai karya dengan kaligrafinya yang indah. Ia pun dijuluki Sang Pustakawan atau ‘al-Khazin’ karena kepiawaiannya dalam mengelola perpustakaan. Ia menduduki jabatan pustakawan di Dar al-Kutub pada 993 Masehi.
Nama lain yang muncul sebagai pustakawan ternama adalah Abu Abdullah Muhammad bin al-Hasan bin Zarrarah al-Tha'i. Ia hidup pada abad ke-12. Menurut sejarawan al-Salafi, al-Tha’i, tokoh ini memiliki beragam profesi hebat karena keahliannya di berbagai cabang pengetahuan.
Selain sebagai pustakawan, al-Tha'i mengepalai rumah sakit di Iskandariyah. Pakar humaniora yang menetap di Baghdad ini mengurus sebuah perpustakaan masjid yang cukup besar di sana. Di masjid itu, juga terdapat sebuah kelompok studi yang mengkaji masalah humaniora.
Ali bin Ahmad bin Bakr menjelma juga menjadi pustakawan. Sebelum menekuni bidang tersebut, ia belajar leksikografi pada al-Jawaliq dan belajar tata bahasa pada Ibnu al- Syajari. Selama beberapa lama, ia bertugas sebagai pustakawan madrasah. Ia menyalin pula catatan seorang kaligrafer tentang sejumlah buku adab.
2.Dr. Shiyali Ramamita (SR.) Ranganathan (1892-1972)
Beliau merupakan pustakawan ternama pada abad 20-an. Dari tangannyalah kemudian lahir dua buah karya dan pemikirannya yang paling dikenal adalah five laws dan colon classification. Meskipun terlahir sebagai ahli matematik dan dosen matematika di Universitas Madras, namun kecintaannya kepada perpustakaan membuatnya melahirkan banyak karya hebat tentang perpustakaan, administrasi pustaka, organisasi bahan rujukan dan manajemen koleksi. Dari kerja kerasnya pula, Beliau memposisikan India sebagai salah satu Negara, yang pada masa itu memiliki pengaruh dalam dunia kepustakaannya. Sehingga, karena pemikiran dan dedikasinya, beberapa sumber menyebutkan Beliau sebagai Bapak Perpustakaan Dunia.
3.Melville Louis Kossuth Dewey (1851-1931)
Dewey merupakan pelopor kepustakawanan di Amerika. Karyanya yang paling dikenal adalah Dewey Decimal Classification (DDC), yang kini digunakan sebagai kelas klasifikasi banyak perpustakaan. Karya lain dewey adalah ide dan gagasannya untuk menambah tugas dan fungsi perpustakaan Negara sebagai pembina layanan di perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum. Beliau pula salah satu pelopor pendiri ALA (American’s Librarian Association) dan memiliki beberapa biro perpustakaan dan perusahaan swasta sebagai upaya fundrising perpustakaan. Dan karena karya dan dedikasinya, sebuah karya menyebutnya sebagai Father of Modern Librarianship.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar