Rabu, 26 September 2018

ergonomi


Ringkasan Panduan Kesehatan Dan Keselamatan Untuk Pengguna Perpustakaan

Section 1

Aturan Dasar Keamanan
1. The Law Says ...
2. Elemen Keamanan di Tempat Kerja
3. Tips Keamanan untuk Supervisor
1.      The Law Says ...
Bekerja dengan aman adalah tanggung jawab pekerja. Karyawan harus mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan oleh perusahaan.Jika seorang karyawan percaya bahwa tugas itu berbahaya, dia berhak menolak untuk melakukan tugas itu sampai dapat dilakukan dengan aman. Karyawan harus melapor kepada atasannya tentang niatnya untuk menolak pekerjaan berbahaya.

2.       Elemen Keamanan di Tempat Kerja

a)      Cara yang benar dalam melakukan pekerjaan Anda adalah cara yang aman. Ikuti petunjuk. Jika Anda tidak tahu, tanyakan.
b)      Ketahui potensi bahaya dalam pekerjaan Anda, dan cara bekerja dengan aman untuk mencegah bahaya tersebut.
c)      Ketahui aturan keamanan untuk pekerjaan tertentu dan dapat menjelaskan aturan-aturan ini kepada rekan pekerja.
d)     Ikuti prosedur darurat jika terjadi kebakaran, medis, dan keadaan darurat lainnya.
e)      Laporkan semua cedera, termasuk goresan ringan, luka bakar, luka bakar, tergelincir dan jatuh. Majikan Anda membutuhkan informasi ini untuk mengambil tindakan korektif untuk mencegah cedera di masa depan. Ikuti prosedur perpustakaan Anda untuk melaporkan kecelakaan dan cedera.
f)       Ketahui lokasi peralatan darurat seperti alat pemadam kebakaran dan pahami cara menggunakan peralatan ini.
g)      Gunakan alat pelindung diri seperti yang dipersyaratkan oleh majikan Anda.
h)      Pelajari prosedur keselamatan khusus untuk keadaan tertentu yang terkait dengan pekerjaan perpustakaan. Ini mungkin termasuk masalah ergonomis, kualitas udara dalam ruangan, stres psikososial dan masalah keamanan.
i)        Ikuti aturan keamanan listrik saat menggunakan peralatan listrik, grounding alat-alat listrik portabel dan bekerja di dekat sekering listrik dan kotak panel.
j)        Lakukan pemeriksaan lingkaran reguler pada kendaraan seperti bookmobiles untuk memastikan kondisi operasi yang baik.
k)      Laporkan praktik tidak aman dan kondisi tidak aman ke perusahaan Anda.
l)        Kenakan pakaian yang sesuai dengan tugas yang Anda lakukan. Kenakan sepatu yang nyaman di stasiun layanan umum yang membutuhkan pengguna berdiri atau membantu yang signifikan dalam mencari bahan dari rak perpustakaan.
m)    Keamanan Off-the-Job sama pentingnya. Keamanan tidak berhenti ketika Anda meninggalkan tempat kerja Anda.

3.      Tips Keamanan untuk Supervisor

·         Jelaskan pentingnya keselamatan bagi karyawan.
·         Segarkan dan perbarui aturan keamanan kepada karyawan.
·         Terapkan praktik kerja yang aman dan pastikan bahwa karyawan mengikuti praktik-praktik ini.
·         Berikan pujian untuk perilaku yang aman.
·         Mendorong partisipasi karyawan dalam pengenalan bahaya dan pengembangan praktik kerja yang aman.
·         Menghargai partisipasi.
·         Tentukan sebuah contoh.
·         Promosikan keselamatan dengan menyediakan staf dengan buku, video, literatur, dll.
·         Mengunjungi area perpustakaan secara teratur.
·         Kenali karyawan Anda dan dengarkan kekhawatiran mereka.
·         Terus meningkatkan dan menyederhanakan keselamatan.

Section 2

Memantau Kesehatan dan Keselamatan di Perpustakaan Anda

1.      Inspeksi Tempat Kerja

Tujuan

Tujuan dari inspeksi atau tur keselamatan adalah untuk mengidentifikasi kondisi yang tidak aman, serta praktik yang tidak aman, dan untuk merekomendasikan tindakan korektif. Undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja memerlukan inspeksi tempat kerja yang teratur.

Tim Inspeksi

Tim inspeksi terdiri dari campuran personil seperti karyawan, pengawas dan manajer. Umumnya, undang-undang menetapkan prosedur untuk inspeksi tempat kerja yang harus dilakukan oleh komite kesehatan dan keselamatan.

Peran dan Tanggung Jawab

Inspeksi dilakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh Komite Kesehatan dan Keselamatan (tim manajemen pekerja gabungan yang membantu perusahaan dalam menciptakan dan memelihara tempat kerja yang aman). Tim inspeksi umumnya menggunakan daftar periksa sebagai panduan untuk melakukan inspeksi.

Laporan Inspeksi

Laporan inspeksi dikomunikasikan ke semua tingkat organisasi. Memposting laporan inspeksi di papan buletin, meninjaunya di pertemuan komite kesehatan dan keselamatan bersama, dan mengirimkan salinan ke manajemen untuk ditinjau adalah semua metode komunikasi yang baik.

2.      Investigasi Kecelakaan

·         Tujuan

Tujuan dari penyelidikan kecelakaan adalah menemukan akar penyebab kecelakaan dan TIDAK menyalahkan orang atas kecelakaan itu. Kecelakaan serta insiden (panggilan dekat, atau nyaris celaka) harus dilaporkan dan diselidiki.

·         Tim Investigasi
Tim investigasi kecelakaan umumnya terdiri dari yang berikut:

1.      Manajer / supervisor.
2.      Pekerja berpengetahuan luas dalam proses kerja.
3.      Seorang ahli (jika ditunjuk).
4.      Perwakilan komite kesehatan dan keselamatan (s).
5.      Orang lain sesuai kebutuhan.

·         Peran dan Tanggung Jawab
Anda harus melaporkan setiap kejadian kecelakaan atau insiden kepada manajer.

·         supervisor Anda dengan segera.
Manajer / supervisor Anda bertanggung jawab untuk melakukan investigasi kecelakaan dan memberi tahu komite kesehatan dan keselamatan dan orang lain seperti yang dipersyaratkan oleh undang-undang dan prosedur organisasi Anda.

·         Melaporkan
Laporan investigasi kecelakaan umumnya mencakup hal-hal berikut:

1.      Nama dan pekerjaan karyawan.
2.      Lokasi dan waktu kecelakaan dan cedera (jika ada).
3.      Nama saksi (es).
4.      Deskripsi tugas, termasuk peralatan dan kondisi kerja.
5.      Deskripsi tentang apa yang terjadi menyebabkan kecelakaan.
6.      Nama orang yang menyelesaikan laporan.
7.      Rekomendasi untuk tindakan korektif.
8.      Nama dokter atau ahli bedah, jika ada

3.      Pertolongan Pertama
Dalam kasus cedera atau timbulnya suatu penyakit:

§  Segera dapatkan pertolongan pertama.
§   Memberi tahu atasan / majikan Anda.
§  Lengkapi dan segera kembalikan semua formulir yang diperlukan untuk otoritas kompensasi pekerja di yurisdiksi Anda.
§  Supervisor Anda harus memutuskan perlunya investigasi kecelakaan.

Sumber:Buku Healt and Safety Guide for Libraries hal 1-13

Rabu, 12 September 2018

pelestarian bahan pustaka


Pengertian,Tujuan,dan Fungsi Pelestarian

1.Pengertian pelestarian
            Perpustakaan sebagai salah satu pusat informasi,bertugas mengumpulkan,mengelolah,dan menyajikan bahan pustakauntuk dapat dimanfaatkan oleh pengguna secara efektif dan efisien.agar bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relative lama,perlu suatu penanganan agar bahan pustaka terhindar dari kerusakan,atau setidakmya diperlambat proses kerusakannya.
            Dalam The Principles for The Preservation and Conservation of Library Materials yang disusun oleh J.M Dureau dan D.W.G Clements,preservasi mempunyai arti yang lebih luas,yaitu mencakup unsur-unsur pengolahan keuangan,cara penyimpanan,tenaga,teknik,dan metode untuk melestarikan informasi dan bentuk fisik bahan pustaka.
            Menurut Hazen sebagaimana dikutip oleh Gardjito (1991:91),istilah pelestarian meliputi 3 ragam kegiatan,yaitu:
1.      Kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk mengontrol lingkungan perpustakaan agar dapat memenuhi syarat-syarat pelestarian bahan-bahan pustaka yang tersimpan di dalamnya.
2.      Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan usha-usaha untuk memperpanjang umur bahan pustaka,misalnya dengan cara deasidifikasi,restorasi atau penjilidan ulang
3.      Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan usaha untuk mengalihkan isi informasi dari satu bentuk format atau matrik kebentuk lain.

Ada beberapa istilah juga yang berkaitan dengan pelestarian menurut IFLA (International Federation of Library Association):
a.       Pelestarian (preservation) IFLA mendefinisikan preservasi sebagai aspek-aspek yang mencakup usaha melestarikan bahan pustaka,keuangan,metode,teknik serta penyimpanannya.prreservasi mempunyai arti yang lebih luas,yaitu mencakup unsur-unsur pengolahan,keuangan,cara penyimpanan,tenaga,teknik dan metode untuk melestarikan informasi dan bentuk fisik bahan pustaka.
b.      pengawetan/konservasi(conservation) kebijakan dan cara khusus dalam melindungi bahan pustaka dan arsip untuk kelestarian koleksi BP (IFLA). Menurut J.M Dureau & D.W.G. Clements konservasi adalah teknik yang dipakai untuk melindungi bahan pustaka dari kerusakan dan kehancuran.

Meskipun terdapat berbagai perbedaan pendapat dalam mendefinisikan istilah pelestarian,namun dapat dapat kita Tarik suatu benang merah dari keseluruhan definisi yang ada,yaitu pada dasarnya inti pelestarian bahan pustaka yaitu untuk melestarikan kandungan informasi (intelektual) maupun fisik asli suatu koleksi.pelestarian fisik biasanya dilakukan guna untuk menghemat tempat,dan juga menyelamatkan fisik asli dokumen dari seringnya penggunaan yang tinggi oleh pengguna dengan cara mengalihkan bentuknya.sedangkan konservasi adalah teknik yang dipakai untuk melindungi bahan pustaka dan arsip dari kerusakan dan kehancuran.
Selain itu konservasi mempunyai arti lain yang lebih luas. Konservasi dalam arti perpusakaan adalah perencanaan program secara sistematis yang dapat dikembangkan untuk menangani koleksi perpustakaan agar tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.

2.Tujuan pelestarian
a)      menyelamatkan nilai informasi suatu dokumen.
b)      meyelamatkan fisik dari suatu dokumen.
c)      mengatasi kendala kekurangan ruang.
d)      mempercepat perolehan informasi.

Dengan adanya pelestarian yang baik,diharapkan bahan pustaka dapat berumur lebih panjang, sehingga perpustakaan tidak perlu membeli bahan yang sama,yang dapat membebani pemesanan, pengolahan kembali, penempelan kartu-kartu, yang semuanya itu memerlukan uang untuk pengerjaannya.

3.Fungsi pelestarian
            Pelestarian memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut:
1.      Fungsi melindungi:bahan pustaka dilindungi dari serangan serangga, manusia, jamur,panas matahari, air, dan sebagainya. Dengan adanya pelestarian yang baik serangga dan binatang kecil tidak akan dapat menyentuh dokumen.
2.      Fungsi pengawetan:dengan dirawat baik-baik bahan pustaka menjadi awet,bias lebih lama dipakai,diharapkan lebih banyak pembaca dapat mempergunakan bahan pustaka tersbut.
3.      Fungsi kesehatan:dengan pelestarian yang baik,bahan pustaka menjadi bersih,bebas dari debu,jamur,binatang perusak,sumber dan sarang dari berbagai penyakit,sehingga pemakai maupun pustakawan menjadi tetap sehat.
4.      Fungsi social:pelestarian tidak bias dikerjakan oleh seorang diri.pustakawan harus mengikut sertakan pembaca untuk tetap merawat bahan pustaka dan perpustakaan.

leafleat

1. leaflet         Leaflet merupakan sarana publikasi sebuah informasi secara singkat yang biasanya berbentuk selembaran kertas yang beri...