Rabu, 04 April 2018

tokoh perpustakaan indonesia

A. TOKOH PERPUSTAKAAN DIINDONESIA

1. JNB TAIRAS : Tokoh Katalogisasi dan Klasifikasi Indonesia


Perkembangan ilmu pengetahuan, tidak akan terlepas dari perjuangan ataupun sumbangsih seorang tokoh dalam bidang ilmu pengetahuan tersebut. Dalam makalah ini, penulis akan menguraikan secara singkat tentang tokoh di bidang perpustakaan, yaitu Bapak J.N.B. Tairas. Beliau banyak dikenal oleh kalangan pustakawan karena hasil karyanya banyak digunakan sebagai alat dalam pengolahan bahan pustaka, terutama dalam hal pekerjaan-pekerjaan katalogisasi dan klasifikasi.

J.N.B. Tairas merupakan seorang  pustakawan yang pertama menjadi wakil Indonesia dan sekaligus sebagai pemakalah  pada International Conference on Cataloguing Principles (ICCP) yang dilaksanakan di Paris pada  oktober 1961, hasil dari konreferensi tersebut kemudian dikenal dengan Paris Principles. Pada konferensi tersebut beliau membawakan makalah berjudul “Cataloguing of Indonesia Names”.

Pustakawan Bukan Cita-Cita J.N.B. Tairas

Di Kotamobagu Sualwesi Utara pada tanggal 19 Januari 1929, J.N.B. Tairas dilahirkan. Ayahnya yang seorang guru sekolah rakyat mendidiknya dengan ketat, nama lengkapnya adalah Jan Ngion Benyamin Tairas. Beliau adalah Pustakawan senior yang sejak tahun 1952 sampai dengan wafatnya pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2004 tetap mengabdikan dirinya dalam dunia perpustakaan. Selama hidupnya beliau juga aktif pada berbagai kegiatan pelayanan keagamaan dan kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Pendidikan yang dilaluinya dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah, masih menggunakan sistem pendidikan model Belanda. Pendidikan jenjang MULO B diselesaikan di Tomohon Sulawesi Utara pada tahun 1948. pada Tahun 1949 – 1950 melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu AMS B yang  kemudian dilebur menjadi SMA yang ditamatkannya di SMA Negeri bagian B di Tomohon pada tahun 1952.
Setelah lulus SMA sedianya ingin menlanjutkan ke perguruan tinggi di Makasar dan bercita-cita menjadi ahli ekonomi, manun karena keadaan keuangan yang tidak memeungkinkan pada saat itu, maka Tairas muda melamar pekerjaan dan diterima di Perpustakaan Rakyat Makasar. Hal tersebut merupakan titik awal J.N.B. Tairas menggeluti  profesi pustakawan.

Pada awal bulan Oktober 1954, J.N.B. Tairas berangkat ke Jakarta guna mengikuti Kursus Pendidikan Ahli  Perpustakaan (KPAP), yang bertempat di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 selama 2 tahun, kursus tersebut adalah meruapakan angkatan yang ke 3. Pengajar pada kusrsus pimpinan  A.H. Habraken tersebut semuanya mendapatkan  pendidikan perpustakaan di Netherland. Setamat dari KPAP tahun 1956, Tairas Tidak pulang ke kota asal, sebagai lulusan terbaik beliau diminta untuk menjadi pengajar paroh waktu untuk angkatan berikutnya. Kemudian karir pustakawannya berlanjut mulai tanggal 1 Desember 1956 di Kantor Pusat Perpustakaan Rakyat, Jawatan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pengajaran dengan tugas sebagai guru tidak tetap pada kursus tertulis Pembimbing Pendidikan Masyarakat, Jurusan Perpustakaan.

J.N.B. Tairas diangkat sebagai Guru Muda Tingkat II dan ditugaskan pada KPAP Jakarta sebagai pegawai tetap sampai dengan tahun 1970. KPAP pada tahun 1961 menjadi pendidikan tingkat sarjana. Untuk meningkatkan kemampuan keilmuannya Tairas dikirim ke New Zeland untuk mengikuti pendidikan profesional- non gelar selama 2 tahun yang bertempat di The National Library Service. Sesudah 9 bulan pendidikan , pada tanggal 29 Nopember 1959 Tairas menamatkan pendidikan di New Zeland tersebut, dengan makalahnya yang berjudul Toward to The National Library of Indonesia, makalah tersebut terpilih sebagai salah satu dari dua makalah untuk diterbitkan oleh The Library School dalam Jurnal Nomor 1 seri Library School Studies in Library Administration, tahun 1960.

Pada tahun  1959 J.N.B. Tairas sudah mengemukakan ide untuk pendirian perpustakan nasional di Indonesia, namun demikian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia baru berdiri pada tahun 1989, dengan dasar Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1989. Dengan demikain ide tentang perpustakaan nasional dari Tairas baru terlaksana setelah 30 tahun.

Sekembalinya dari New Zeland bulan Juli 1960, Tairas menempati posisi semula sebagai dosen tetap KPAP yang merupakan cikal bakal berdirinya Jurusan Ilmu Perpustakaan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sesuai dengan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) tahun 1963 Tairas diangkat menjadi Asisten Dosen Perguruan Tinggi. Selanjutnya mulai bulan April 1964 ditugaskan sebagai dosen mata kuliah Organisasi, Teori Katalogus, Klasifikasi dan Pemeriksaan Bibliografi. Tahun 1969 keluar surat edaran Dekan Fakultas Sastra UI, didalam surat ederan tersebut dinyatakan bahwa tanggung jawab untuk suatu mata kuliah adalah sarjana. Pada tahun berikutnya, tepatnya bulan Mei 1970, karena hal tersebut akhirnya, atas perminataan sendiri berhenti menjadi dosen. Pada waktu itu sebetulnya Tairas mempunyai tugas rangkap sebagai Chief Cataloger pada The Library of Congress Acquisition Office Jakarta.

Karya-Karya J.N.B. Tairas

Dunia Perpustakaan mulai ditekuni oleh J.N.B. Tairas tahun 1952-1954 dengan bekerja pada Perpustakaan Rakyat Makasar, dan tahun 1956-1957 bekerja di Perpustakaan Rakyat Pusat di Jakarta. Juga bekerja sebaghai pustakawan di The Library of Congress Aquisition Office Jakarta, tahun 1964 – 1975 (sebagai Chief Cataloger), dan editor Library of Congress Accession List. Tahun 1965 – 1967 juga bekerja di Perpustakaan Lemhanas, kemudian sejak tahun 1976 – 1980 bekerja sebagai pustakwan freelance di berbagai perpustakaan swasta maupun instansi pemerintah. Dari tahun 1991 sampai dengan wafatnya J.N.B. Tairas bekerja sebagai konsultan di Perpustakaan Nasional RI, dan menangani proyek-proyek tertentu di perpustakaan tersebut. Hingga hari tuanya, karena dedikasi yang tinggi terhadap dunia kepustakawanan di Indonesia Tairas tetap aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dunia perpustakaan.

Pada saat bekerja di Perpustakaan Rakyat Makasar, beliau mendalami Universial Decimal Calsification, pedalaman sistem klasifikasi dilakukan karena sistem itu digunakan di perpustakaan tersebut. J.N.B. Tairas memiliki kemauan yang sangat tinggi dalam bidang katalogisasi dan klasifikasi, ini dibuktikan dengan kesukaanya pada mata kuliah pelajaran katalogisasi dan klasifikasi saat belajar di  KPAP dan Library School di New Zeland (Hasugian, 2003). Hasil karya dalam bidang katalogisasi yang pernah dihasilkan, yaitu pada tahun 1960 bersama dengan Rojani menyusun Daftar Tajuk Subyek (tidak sempat diterbitkan). Sekembalinya dari Paris  sebagai wakil Indonesia dan sekaligus sebagai pemakalah  pada International Conference on Cataloguing Principles tahun 1961, keinginan untuk mendalami katalogisasi dan klasifikasi semakin kuat, sehingga akhirnya menjadi karya-karya yang dapat dipakai sebagai alat pengolahan bahan pustaka.

Pada saat Kongres Pustakawan Seluruh Indonesia tanggal 5-7 Juli 1973, beliau menyatakan bahwa walaupun pendidikan perpustakaan di Indoneisa sudah berusia 20 tahun, namun sangat sedikit yang dicapai dalam bidang katalogisasi dan klasifikasi. Hal tersebut terdapat dalam maklalahnya yang disampaikan pada acara tersebut, yang berjudul ”Tinjauan Klasifikasi dan Katalogisasi Dewasa ini di Indonesia”.Di dalam  tahun yang sama  (1973) J.N.B. Tairas menghasilkan sebuah karya bibliografi dengan judul ”Daftar Karya Bibliografi Indonesia”, bibliografi tersebut diterbitkan oleh Lembaga Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. J.N.B. Tairas pada tahun 1976 bersama Tim dari Pusat Pembinaan Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku Peraturan Katologisasi dan Nama-Nama Indonesia. Setahun kemudian (1977) Menerjemahkan buku Interntioanl Standard Bibliographic Description For Monographic Publication atau ISBD(M)  dalam bahasa Indonesia.

2. Muhammad Azwan, M. Hum

Muhammad Azwar lahir di Ujung Pandang, 15 Januari 1980. Anak kelima (bungsu) dari pasangan Letkol (Purn). Inf. Drs. Abdul Muin (almarhum) dan Siti Rachima. Pendidikan dasar ditempuh di SDN 02 Sengkang (1987-1992). Kemudian melanjutkan di SMP Muhammadiyah V Mariso di Ujung Pandang hingga 1995. Pada tahun 1998 berhasil menyelesaikan pendidikan di SMUN 02 Ujung Pandang. Meraih gelar sarjana pertama di STAI Madinatul Ilmi, Depok jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah pada tahun 2005. Memperoleh kesempatan belajar dengan beasiswa dari Kementerian Agama di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi tahun 2009 dan memperoleh gelar Magister tahun 2011.

Karya Ilmiah

1. MODS Metadata Alternatif dalam Pengembangan Aplikasi Perpustakaan Digital di Indonesia (Studi Kasus Senayan Library Management System) tahun 2012.
2. Information Literacy Skills : Strategi Penelusuran Informasi Online tahun 2013
3. Penerapan Knowledge Management (Studi Kasus SDIT Al-Hamidiyah Depok) tahun 2013.
4. Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan dengan Senayan Library Management System (SLiMS) tahun 2013.
5. Teori Simulakrum Jean Baudrillard dan upaya pustakawan mengidentifikasi informasi realitas tahun 2014.
6. Penerapan Sistem Otomasi di Perpustakaan Fakultas Adab Dan Humaniora UIN Alauddin Makassar tahun 2015.
7. Pemanfaatan Fitur Z39. 50 pada SLiMS (Studi Kasus di Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin) tahun 2016.
8. Pemanfaatan Jurnal Elektronik oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2015.
9. Peranan Perpustakaan Sekolah dalam Mendukung Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Di SMA Negeri 1 Sinjai Tengah tahun 2016.
10. Kemampuan Mahasiswa dalam Menelusuri dan Mengevaluasi Informasi Berbasis Internet (Studi Kasus Mahasiswa JIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Angkatan 2007) tahun 2011.
11. Manajemen tata ruang perpustakaan pesantren madani Alauddin Pao-Pao Makassar tahun 2017.

3. Putu Laxman Pendit


Tokoh Pustakawan Indonesia Putu Laxman Pendit Nama : Putu Laxman Sanjaya Pendit TTL : Jakarta, 3 September 1959 Nama Orang Tua : a. Ayah : Nyoman S. Pendit b. Ibu : Murtini S. pendit Nama Istri : Meily Zulia Nama Anak : a. Shasha Kanitrisutra b. Raudry Bungadyarti Putu Laxman Sanjaya Pendit atau sering disebut dengan Putu Laxman Pendit ialah seorang pustakawan yang mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu dibidangnya antara lain sebagai penulis, peneliti, pendidik dan pengajar bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Kiprahnya sangat dikenal dikalangan para pustakawan yang haus dengan isu dan hal-hal fundamental tentang kepustakawanan.
 Gagasan-gagasan segarnya selalu muncul dan menjadi topik diskusi yang hangat bagi pemerhati kepustakawanan Indonesia. Ia sosok pustakawan yang terbuka dan menerima saran atau kritikan yang sekiranya dapat membangun lebih baik karya-karyanya. Banyak perubahan-perubahan yang ia lakukan diantaranya penggunanaan perpustakaan digital yang dapat memudahkan masyarakat (pengguna) untuk mengakses informasi serta kreatifitas pustakawan untuk menarik minat pengunjung untuk datang ke perpustakaan. Seorang pustakawan harus proakftif dalam meningkatkan keterampilan sehingga tidak perlu menunggu pihak ketiga untuk bertindak terlebih dahulu untuk menyelesaikan apa yang telah menjadi pekerjaan pustakawan. Selain itu ,pustakawan dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan dirinya sendiri dan dengan demikian dapat terbukti dimasyarakat bahwa ia dapat diandalkan.
Gaya kepemimpinannya menggunakan model kepemimpinan demokratis karena berorientasi pada partisipasi masyarakat, bersifat terbuka, bawahan diberikan kesempatan untuk memberi saran, dan menghargai waktu serta pengambilan keputusan lebih mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun Putu Laxman Pendit juga sering bersikap ambisius, karena akibat keambisiusannya ia mampu berkontribusi terhadap peran pustakawan dalam melayani masyarakat akan kebutuhan informasi. Untuk itu kepemimpinan Putu Laxman Pendit dalam hal ini berpegang teguh pada tiga konteks utama yakni : komitmen, kompleksitas, dan kredibilitas.
Pendidikan · Sarjana dari Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik) (1986) · Master dalam Information Science dari Loughborough University of Technology, Inggris Raya (1988) · Ph.D dari School of Business Information, RMIT University, Melbourne Australia (1997-2000) dengan disertasi berjudul “The use of Information Technology in Public Information Services: an interpretive study of structural change via technology in the Indonesian Civil Service” Pengalaman Kerja · Asisten dosen matakuliah komunikasi, media, dan jurnalistik di Sekolah Tinggi Publisistik (1982) · Editor bidang teknologi dan luar negeri untuk Majalah Berita X-tra milik Femina Group (1985 – 1987) · Pengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia (1988-2004) Karya Tulis Penelitian · Penerapan teknologi hipertext untuk sistem informasi arkeologi. Buku · Menjadi Penulis: Membina Jemaat yang Menulis (sebagai penerjemah) · Empat Teori Pers (terjemahan) (1986) · Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sebuah pengantar diskusi Epistemologi & Metodologi (2003) · Mata Membaca, Kata Bersama (2007) · Perpustakaan Digital Dari A sampai Z (2008) · Kesinambungan dan Dinamika Perpustakaan Digital (2008) · Merajut Makna : Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Informasi (2009)

4. SULISTYO BASUKI

Lahir di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, 11 September 1941. Sulistyo-Basuki adalah Guru besar Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok.
Sulistyo-Basuki, atau akrab dipanggil Pak Sulis, merupakan putra pertama almarhum Bapak Hardjito dan Ibu Moeridjah Hardjito, yang kedua-duanya merupakan pensiunan guru Sekolah Rakjat di Blitar. Ibunda Moeridjah sempat merangkap pustakawan ketika menjadi guru bantu di Meisjes Vervolgschool Wlingi.
Pak Sulis merupakan pengajar dan penulis yang aktif. Buku-buku terbitannya telah menjadi pegangan dasar bagi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi di universitas seluruh Indonesia.
Ia menjadi putra Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dalam bidang Information and Library Science dan juga gelar profesor bidang Ilmu Perpustakaan (sejak tahun 1995).
Gelar doktor diraihnya akhir Juni 1984 di Case Western Reserve University Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Ia mempertahankan disertasi yang berjudul: A Citation Analysis of Agricultural and Medical Journals Published in Less Developed Countries, With Special Reference to the Regions of Africa Sub-Sahara, Latin America, and Southeast Asia.

Jabatan :
·       Guru Besar, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (1995-2006)
·       Pengajar , Program Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada. Pernah juga mengajar di Universitas Padjadjaran dan Universitas Negeri Yogyakarta

Pendidikan :
·       Sardjana Muda – Universitas Indonesia (1963)
·       Sarjana Sastra – Universitas Indonesia (1974)
·       Master of Science in Library Science– Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
·       Master of Arts (History) – Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1980)
·       Doctor of Philosophy, Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (1984)
·       Diangkat sebagai professor di Universitas Indonesia pada tahun 1995

Pengalaman Kerja :
·       1962–1963 Perpustakaan Yayasan Yamin
·       1963–1965 Bagian Dokumentasi Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia
·       1965–1967 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
·       1967–1977 Departemen Luar Negeri
·       1977-sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (dahulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia
·       1984–1986 Pengajar, Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
·       1990-2006  Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan Program Pascasarjana Universitas Indonesia
·       2006 – sekarang Pengajar tidak tetap di Program Pascasarjana  Universitas Indonesia
·       1994-1996 Kepala Pusat Sumber Daya Manusia dan Pemasyarakatan Arsip Nasional RI

Pengalaman Pelatihan :
·       Mengajar berbagai kursus kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional RI, Arsip Daerah di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Irian Jaya;
·       Pengajar Records Management Course 1995- 2000.

Buku :
·       Administrasi Arsip: Sebuah Pengantar. Jakarta: [], 2001
·       Manajemen Arsip Dinamis: Pengantar Memahami dan Mengelola Informasi dan Dokumen. Jakarta: Gramedia, 2003
·       Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2006
·       Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991
·       Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994


B.TOKOH PERPUSTAKAAN INTERNASIONAL

1.GEORGE ABRAHAM MAKDISI

 George Abraham Makdisi dalam Cita Humanisme Islam, mengungkap, Abd al-Salam merupakan pustakawan dan manajer administrasi yang terkenal dari Perpustakaan Dar al-Kutub di Baghdad. Ia seorang pakar humaniora. Selain itu, ia juga menguasai berbagai cabang pengetahuan, mulai dari ilmu Alquran, hadis, hingga leksikografi.
Melalui tangan dinginnya, perpustakaan ini tumbuh pesat dan menjadi salah satu kiblat pengetahuan di dunia Islam. Menurut Makdisi, ketika meninggal tahun 1014 Masehi, Abd al-Salam dimakamkan di sebelah makam pakar tata bahasa terkemuka, Abu Ali al- Farisi. Ini penghargaan atas kontribusinya dalam memajukan ilmu pengetahuan.
Al Qayrawani pun patut mendapat perhatian, mengingat keahliannya dalam mengelola perpustakaan di Madrasah Nizamiyah di Baghdad. Seperti halnya Abd al-Salam, dia juga seorang pakar, yakni di bidang filologi. Cendekiawan Muslim, al-Suyuthi, menyatakan al-Qayrawani adalah pustakawan pertama di perpustakaan yang berpengaruh tersebut.
Pustakawan sebagai profesi yang penting di era itu pun dibuktikan oleh kehadiran Abu Manshur Muhammad bin Ahmad al-Khazin. Ia wafat pada 1116 Masehi. Pakar fikih dari mazhab Syiah Imamiyah ini adalah juga pakar humaniora khususnya dalam ilmu tata bahasa dan leksikografi.
Makdisi menjelaskan, sebagai seorang kaligrafer terkemuka, Abu Manshur kerap mendapat tugas menyalin berbagai karya dengan kaligrafinya yang indah. Ia pun dijuluki Sang Pustakawan atau ‘al-Khazin’ karena kepiawaiannya dalam mengelola perpustakaan. Ia menduduki jabatan pustakawan di Dar al-Kutub pada 993 Masehi.
Nama lain yang muncul sebagai pustakawan ternama adalah Abu Abdullah Muhammad bin al-Hasan bin Zarrarah al-Tha'i. Ia hidup pada abad ke-12. Menurut sejarawan al-Salafi, al-Tha’i, tokoh ini memiliki beragam profesi hebat karena keahliannya di berbagai cabang pengetahuan.
Selain sebagai pustakawan, al-Tha'i mengepalai rumah sakit di Iskandariyah. Pakar humaniora yang menetap di Baghdad ini mengurus sebuah perpustakaan masjid yang cukup besar di sana. Di masjid itu, juga terdapat sebuah kelompok studi yang mengkaji masalah humaniora.
Ali bin Ahmad bin Bakr menjelma juga menjadi pustakawan. Sebelum menekuni bidang tersebut, ia belajar leksikografi pada al-Jawaliq dan belajar tata bahasa pada Ibnu al- Syajari. Selama beberapa lama, ia bertugas sebagai pustakawan madrasah. Ia menyalin pula catatan seorang kaligrafer tentang sejumlah buku adab.

2.Dr. Shiyali Ramamita (SR.) Ranganathan (1892-1972)
Beliau merupakan pustakawan ternama pada abad 20-an. Dari tangannyalah kemudian lahir dua buah karya dan pemikirannya yang paling dikenal adalah five laws dan colon classification. Meskipun terlahir sebagai ahli matematik dan dosen matematika di Universitas Madras, namun kecintaannya kepada perpustakaan membuatnya melahirkan banyak karya hebat tentang perpustakaan, administrasi pustaka, organisasi bahan rujukan dan manajemen koleksi. Dari kerja kerasnya pula, Beliau memposisikan India sebagai salah satu Negara, yang pada masa itu memiliki pengaruh dalam dunia kepustakaannya. Sehingga, karena pemikiran dan dedikasinya, beberapa sumber menyebutkan Beliau sebagai Bapak Perpustakaan Dunia.
3.Melville Louis Kossuth Dewey (1851-1931)
Dewey merupakan pelopor kepustakawanan di Amerika. Karyanya yang paling dikenal adalah Dewey Decimal Classification (DDC), yang kini digunakan sebagai kelas klasifikasi banyak perpustakaan. Karya lain dewey adalah ide dan gagasannya untuk menambah tugas dan fungsi perpustakaan Negara sebagai pembina layanan di perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum. Beliau pula salah satu pelopor pendiri ALA (American’s Librarian Association) dan memiliki beberapa biro perpustakaan dan perusahaan swasta sebagai upaya fundrising perpustakaan. Dan karena karya dan dedikasinya, sebuah karya menyebutnya sebagai Father of Modern Librarianship.

Selasa, 20 Maret 2018

ayat al-quran yang berhubungan dengan perpustakaan



AYAT-AYAT AL-QURAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERPUSTAKAAN 


ِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.)QS.AL-MAIDAH:44)
Maknanya:dalam surah tersebut terdapat ayat yang menjelaskan bahwa Allah telah menurunkan kitab taurat yang didalamnya terdapat cahaya,maksudnya disini ada kaitannya dengan ilmu perpustakaan adalah karena kitab itu berarti buku dan di perpustakaan adalah gudangnya buku,jadi dapat disimpulkan bahwa dari awal kitab taurat  turun sudah aka nada pamdamgan bahwa kedepannya akan ada kitab lain yang menandakan jika banyak buku maka memerlukan ruangan yang akan digunakan untuk menyimpan buku-buku tersebut dan untuk di baca agar kita bisa lebih tau banyak teori untuk pembelajaran
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ ۚ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا
Artinya: Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.(QS.AN-NISA:113)
Maknanya:maksud dari mengajarkan apa yang belum kita ketahui yaitu dengan kita sering keperpustakaan dan membaca buku yang berbeda-beda maka kita akan tau semua teori yang belum pernah kita ketahui
وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.MUJADILA:11)
Maknanya: dengan kita sering pergi ke perpustakaan dan membaca maka kita akan lebih banyaak ilmu dari pada yang berdiam diri tanpa kegiatan apapun.
ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
Artinya: Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
Maknanya: qalam sendiri artinya pena,dan perpustakaan indentik dengan buku-buku. Dan buku sendiri jika tidak di tulis menggunakan alat tulis pena maka tidak akan menjadi sebuah buku dan tidak aka nada manfaatnya jika hanya lembaran kertas yang kosong.(QS.QALAM:1)
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,(1 )Dia telah menciptakan manusia dari 'Alaq,(2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah,(3) Yang mengajar manusia dengan pena,(4) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya(5).(QS.AL-ALAQ:1-5)
Maknanya:maksud dari ayat di atas adalah berkaitan dengan kegiatan membaca jika di perpustakaan. Membaca buku di peprustakaan,dan wahyu pertama ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan di perpustakaan.
 قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(QS.AZ-ZUMAR:9)
Maknanya:seringkali seseorang datang keperpustakaann untuk belajar dengan suasana tenang,dan seseorang juga keperpustakaan untuk membaca buku pelajaran yang dia butuhkan
Makna
Arti
Kosakata
setiap orang yang menjadi anggota perpustakaan pasti mempunyai kartu anggota,karena kartu anggota berguna sebagai identitas jika ingin meminjam dan mengembalikan buku di perpustakaan.
Kartu anggota perpustakaan
مكتبة بطاقة عضوية
Yang meminjam buku akan di tulis namanya dalam daftar peminjam buku agar tahu siapa saja yang meminjam buku di perpustakaan dan siapa saja yang suah mengembalikan buku di perpustakaan
Daftar peminjam buku
قائمة المقترضين كتاب
Di perpustakaan sudah menyediakan loker untuk penitipan barang seperti tas,hp dll.
LOKER

خزانة

pembatas buku biasanya digunakan untuk membatasi buku satu dengan buku lainnya agar mudah menemukan buku yang dicari.
Pembatas buku
الإشارة المرجعية
Tentunya di perpustakaan pasti akan ada penjaga perpustakaan yang menjaga perpustakaan.
Penjaga perpustakaan
أمين المكتبة
Tentunya di perpustakaan akan ada rak buku,yang gunanya untuk meletakkan  buku agar tersusun rapi.
Rak buku
خزانة الكتب

Minggu, 18 Maret 2018

 1. SEJARAH PERPUSTAKAAN DIINDONESIA

 sejarah perpustakaan diindonesia tergolong masih muda jika dibandingkan dengan Negara erop dan arab. Jika kita mengambil  pendapat bahwa sejarah perpustakaan ditandai dengan dikenalnya tulisan,maka sejarah perpustakaan diindonesia dapat dimulai pada tahun 400-an yaitu saat lingga batu dengan tulisan pallawa ditemukan dari periode kerajaan kutai. Musafir Fa-Hsien dari tahun 414M menyatakan bahwa di kerajaan Ye-po-ti,yang sebenarnya kerajaan tarumanegara banyak dijumpai kaum brahmana yang tentunya memerlukan buku atau manuskrip keagamaan yang mungkin disimpan di kediaman pendeta.

Pada sekitar tahun 695M,di ibukota kerajaan sriwijaya hidup lebih dari 1000 orang biksu dengan tugas keagamaan dan mempelajari agama budha melalui berbagai buku yang tentu saja disimpan di berbagai biasa. Di pulau jawa,sejarah perpustakaan tersebut dimulai pada masa kerajaan mataram. Hal ini karena di kerajaan ini mulai dikenal pujangga keraton yang menulis berbagai karya sastra. karya-karya tersebut seperti sang hyang kamahayanikan yang memuat uraian tentang agama budha Mahayana. Menyusul kemudian Sembilan perwasari cerita mahabarata dan satu kanda dari epos Ramayana. Juga muncul dua kitab keagamaan yaitu brahmandapurana dan agastyaparwa. Kitab lain yang terkenal adalah arjuna wiwaha yang diubah oleh mpu kanwa. Dari uraian tersebut nyatabahwa sudah ada naskah khusus yaitu kerajaan. Jaman kerajaan Kediri dikenal beberapa pujangga dengan karya sastranya. Mereka itu adalah mpu sedah dan mpu panuluh yang bersama-sama mengubah kitab bhatarayudha.selain itu mpu panuluh juga mengubah kitabb hariwangsa dan kitabb gatotkacasrayya.selain itu ada mpu monaguna dengan kitab sumanasantaka dan mpu triguna dengan kitab resnayana. Seua kitab itu ditulis dengan daun lontar dengan jumlah yang sangat terbatas dan tetap berada dalam lingkungan kraton.

Periode berikutnya adalah kerajaan singosari. Pada periode ini tidak dihasilkan naskah terkenal.kitab pararaton yang terkenal itu diduga ditulis setelah keruntuhan kerajaan singosari.pada zaman majapahit dihasilkan buku negarakertagama yang ditulis oleh mpu prapanca. Sedangkan mpu tantularr menulis buku sutasoma. Pada kegiatan penulisan dan penyimpanan naskah masih terus dilanjutkan oleh para raja dan sultan yang tersebar dinusantara.misalnya,jaman kerajaan demak,banten,mataram,Surakarta pakualam,mangkunegoro,Cirebon,demak, banten, melayu, jambi, mempawah, Makassar, Maluku, dan sembawa. Dari Cirebon diketahui dihasilkan puluhan buku yang ditulis sekitar abad ke-16 dan ke-17. Perpustakaan mulai didirikan mula-mula untuk tujuan menunjang program penyebaraan agama mereka.berdasarkan sumber sekunder perpustakaan paling awal berdiri pada masa ini adalah pada masa VOC (vereenigde oost jurnal pustakawan Indonesia volume 6 nomor 160 indische compaqnie) yaitu perpustakaan gereja di Batavia (kini Jakarta) yang dibangun sejak 1624. Pada abad ke-17indonesia sudah mengenal perluasan jasa perpustakaan (kini layanan seperti ini disebut dengan pinjam antar perpustakaan atau interlibrary loan).

Lebih dari seratus tahun kemudiann berdiri perpustakaan khusus di Batavia.pada tanggal 25 april 1778 berdiri bataviaasche genootschap va kunsten en wetenschappenn (BGKW) di Batavia.bersamaan dengan berdirinya lembaga tersebut berdiri pula perpustakaan lembaga BGKW.pendiria perpustakaan lembaga BGKW tersebut di prakarsai oleh MR.J.M.C.Rademaker,ketua raad van indie (dewan hindia belanda).ia memprakarsai pegumpulan buku dan manuskrip untk koleksi perpustakaannya. Perpustakaan ini kemudian mengeluarkan catalog bukuyang pertama diindonesia. Pada tahun 1962 lembaga kebudayaan Indonesia diserahkan kepada pemerintah republic Indonesia dan namanyapun diubah menjadi museum pusat. Koleksi perpustakaanya menjadi bagian dari museum pusat dan dikenal dengan perpustakaan museum pusat. Nama museum pusat ini kemudian berubah lagi menjadi museum nasional,sedangkan perpustakaan nya dikenal dengan perpustakaan museum nasional. Pada tahun 1980 perpustakaan museum nasional dilebur kepusat pembinaan perpustakaan . perubahan terjadi pada tahun 1989 ketika pusat pembinaan perpustakaan dilebur sebagai bagian dari perpustakaan nasional republic Indonesia.

Perkembangan perpustakaan perguruan tinggi diindonesia dimulai pada awal tahun 1920an.mengikuti berdirinya sekolah tinggi,misalnya seperti geneeskunde hoogeschool di Batavia (1927) dan kemudian juga di Surabaya dengan STOVIA;technisch hoogeschool di bandung (1920),fakulteit van letterkunde di batavia (1940),setiap sekolah perguruan tinggi atau fakultas itu mempunyai perpustakaan yang terpisah satu sama lain. Di samping perpustakaan yang dikirim oleh pemerintah hindia belanda,sebenarnya tercatat juga perpustakaan yang didirikan oleh Negara Indonesia. Pihak keraton mangkunegoro mendirikan perpustakaan keraton sedangkan keraton Yogyakarta mendirikan radio pustoko. Sebagian besar koleksinya adalah naskah kuno .koleksi perpustakaan ini tidak dipinjamkan,namun boleh dibaca ditempat.pada masa penjajahan jepang hamper tidak ada perkembangan perpustakaan yang berarti.jepang hanya mengamankan beberapa gedung penting,diantaranya bataviaasch genotschap van kunten weetenschappen. Selama pendudukan jepang openbareleezalen ditutup.

Perkembangan pasca kemerdekaan mungkin dapat dimulai dari tahun 1950an yang ditandai dengan berdirinya perpustakaan baru.pada tanggal 25 agustus 1950an berdiri perpustakaan yayasan bung hatta dengan koleksi yang menitikberatkan kepada pengelolaan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Indonesia.Tanggal 7 juni 1952 perpustakaan striching voor culturele samenwerking,suatu badan kerasama kebudayaan antara pemerintah RI dengan pemerintah negeri belanda,diserahkan kepada pemerintah RI.kemudian oleh pemerintah RI diubah menjadi perpustakaan sejarah politik dan social departemen P & K. dalam rangka usaha melakukan pemberantasan buta huruf diseluruh pelosok tanah air,telah didirikan perpustakaan rakyat yang bertugas membantu usaha jawatan pendidikan masyarakat melakukan usaha pemberantasan buta huruf tersebut.pada periode ini juga lahir perpustakaan Negara yang berfungsi sebagai perpustakaan umum dandidirikan di ibukota provinsi.perpustakaan Negara yang pertama didirikan diyogyakarta pada tahun 1949,kemudian disusul  ambon (1952), bandung (1953), ujung pandang (Makassar) (1954), padang (1956), Palembang (1957), Jakarta (1958), palangkaraya,singaraja,mataram,medan,pekanbaru,dan Surabaya (1959). Setelah itu menyusul kemudian perpustakaan Negara di Banjarmasin (1960). Perpustakaan Negara ini dikembangkan secara lintas internasional oleh tiga instansi,yaitu biro peerpustakaan departemen P & K yang membuka secara teknis,perwakilan departemen P & K yang membina secara administrative dan pemerintah daerah tingkat profinsi yang memberikan fasilitas

2. SEJARAH PERPUSTAKAAN DI DUNIA

Bibliotheca Alexandrina Egypt (Perpustakaan Iskandariah Mesir) merupakan perpustakaan pertama dan terbesar di dunia. Perpustakaan ini bahkan bertahan selama berabadabad dan memiliki koleksi 700.000 gulungan papyrus, bahkan jika di bandingkan dengan Perpustakaan Sorbonne di abad ke-14 ‘hanya’ memiliki koleksi 1700 buku.Perpustakaan ini di dirikan oleh Ptolemi I sang penerus Alexander(Iskandariah) pada tahun 323 SM, dan terus berlanjut sampai kekuasaan Ptolemi III. Pada waktu itu para penguasa Mesir begitu besemangat memajukan Perpustakaan dan Ilmu Pengetahuan mereka, bahkan dalam Manuskrip Roma mengatakan bahwa sang Raja mesir membelanjakan harta kerajaan untuk membeli buku dari seluruh pelosok negeri hingga terkumpul 442.800 buku dan 90.000 lainnya berbentuk ringkasan tak berjilid.

Namun perpustakaan megah yang ada di mesir tersebut tak pernah kembali seperti masa-masa keemasanya. Sejak pembakaran tersebut, Perpustakaan Iskadariah solah tak terurus. Bahkan hampir menjadi artefak-artefak kuno saja. Akan tetapi, UNESCO memprakarsai untuk bekerja sama dengan pemerintah Mesir,membangun kembali perpustakaan dengan sejarah terbesar dalam sejarah tersebut. Dan pembangunan ini di mulai sejak tahun 1990-an. Pembangunan ini menghabiskan dana tak kurang dari US$ 220 juta. US 120 juta di tanggung pemerintah Mesir dan sisanya di tanggung dari bantuan Internasional dari Negara-negara lain. Akhirnya setelah terbengkalai hampir selama 20 Abad, Perpustakaan Iskandriah (Bibliotheca Alexandrina) berdiri megah dan unik. Bangunan utama berbentuk bulat beratap miring, terbenam dalam tanah. Di bagian depan sejajar atap, dibuat kolam untuk menetralkan suhu pustaka, terdiri lima lantai di dalam tanah, perpustakaan ini dapat memuat sekitar 8 juta buku.Namun yang ada saat ini baru 250.000 buku dan akan terus bertambah tiap tahun. Selain itu juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti 500 unit komputer berbahasa Arab dan Inggris untuk memudahkan pengunjung mencari katalog buku, ruang baca berkapasitas 1.700 orang, conference room, ruang pustaka Braille Taha Husein khusus tuna netra, pustaka anak-anak, museum manuskrip kuno, lima lembaga riset, dan kamar-kamar riset yang bisa dipakai gratis.

 isi di perpustakaan tersebut mengandung:
·        Sebuah Perpustakaan yang dapat menampung jutaan buku.
·        Sebuah Arsip Internet
·        Enam khusus perpustakaan untuk
1.      Seni, multimedia dan bahan-bahan audio-visual,
2.      Tunanetra
3.      Anak-anak
4.      Kaum muda
5.      Microforms, dan
6.      Buku langka dan koleksi khusus
·        Empat Museum untuk
1.      Antiquities
2.      Naskah
3.      Sadat dan
4.      Sejarah Sains
·        Planetarium A
·        Sebuah Exploratorium untuk eksposur anak terhadap ilmu (ALEXploratorium)
·        Culturama: panorama budaya lebih dari sembilan layar, yang pertama kalinya dipatenkan 9 proyektor sistem interaktif. Pemenang banyak penghargaan, yang Culturama, dikembangkan oleh CULTNAT, memungkinkan penyajian banyak lapisan data, dimana presenter dapat klik pada item dan pergi ke tingkat baru detail. Ini adalah presentasi multi-media sangat informatif dan menarik warisan di Mesir 5.000 tahun sejarah untuk zaman modern, dengan highlights dan contoh-contoh dan Koptik Mesir Kuno / warisan Islam.
 
VISTA (The Virtual Immersive Sains dan Teknologi Aplikasi sistem) adalah sebuah lingkungan Virtual Reality interaktif, yang memungkinkan peneliti untuk mengubah data set ke dalam dua-dimensi simulasi 3-D, dan ke langkah di dalamnya. Sebuah alat praktis visualisasi selama penelitian, VISTA membantu peneliti untuk mensimulasikan perilaku sistem alam atau manusia-rekayasa, bukan hanya mengamati sistem atau membangun model fisik.

3. SEJARAH MASSUKNYA PERPUTAKAAN ISLAM

Baitul Hikmah di Baghdad didirikan tahun 832 M pada masa Harun al-Rasyid menjadi khalifah, kemudian diteruskan dan diperbesar oleh khalifah al-Makmun. Pada perpustakaan ini bukan hanya berisi ilmu-ilmu dan buku-buku agama Islam dan Bahasa Arab saja, bahkan juga bermacam-macam ilmu-ilmu dan buku-buku umum lainnya dan juga dalam bahasa lainnya yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab. 
 
Baitul Hikmah merupakan perpustakaan yang  berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Pada masa Abbasiyah institusi ini diperluas penggunaannya. Baitul Hikmah, sudah dirintis oleh khalifah Harun al-Rasyid, menjadi pusat segala kegiatan keilmuan. Pada masa Harun al-Rasyid institusi ini bernama khizanah al-Hikmah (Khazanah Kebijaksanaan) yang berfungsi sebagai sebagai perpustakaan dan pusat penelitian.Sejak 815 M al-Makmun mengembangkan lembaga ini dan diubah namanya menjadi Baitul Hikmah. Pada masa Makmun  inilah ilmu pengetahuan dan intelektual mencapai puncaknya. Pada masa ini Baitul Hikmah digunakan secara lebih maju yaitu sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang didapat dari Persia, Bizantium, bahkan Etiopia dan India. Di institusi ini al-Makmun memperkerjakan Muhammad ibn Musa al-Hawarizmi yang ahli di bidang al-jabar dan astronomi dan juga Beliau adalah salah satu guru besar di Baitul Hikmah. Orang-orang Persia lain juga diperkerjakan di Baitul Hikmah. Pada masa itu direktur Baitul Hikmah adalah  Sahl Ibn Harun. Di bawah kekuasaan  al-Makmun, Baitul Hikmah tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan tetapi juga sebagai pusat kegiatan studi dan riset astronomi dan matematika.

Jumat, 02 Maret 2018

Ilmu perpustakaan? Oke😉

      Hai teman-teman saya dewi clarita,asal saya dari belitang oku timur. Mau sedikit cerita nih gimana sih pengalaman saya waktu masuk ke uin raden fatah dan jurusan yang saya pilih jurusan ilmu perpustakaan? Pasti menurut kalian asing dengan jurusan baru ini,jurusan ilmu perpustakaan,pasti di pikiran kalian,apasih jurusan ilmu perpustakaan itu? Besok kalau udah lulus mau kerja jadi apa? 
   Oke jadi di blog saya ini,saya akan menceritakan bagaimana awal mulai sampai akhirnya sekarang saya menjadi mahasiswi uin raden fatah palembang,dengan jurusan ilmu perpustakaan.jadi awal mulanya saya tidak berminat dengan jurusan ini,ya waktu tes ada 3 pilihan sih,karena saya ingin banget jadi guru,dan keinginan saya menjadi guru PPKN dan guru Bahasa Inggris jadi untuk pilihan pertama dan kedua saya memilih jurusan yang sangat saya inginkan. Lalu masih ada satu pilihan lagi kan? Ya menurut saya sayang banget kalau enggak di isi untuk pilihan ke tiga.lalu saya berniat untuk memilih universitas uin raden fatah,tetapi saat ingin mengisi jurusannya saya masih bingung,dan waktu akan mengisi hanya terisi 3 pilihan jurusan,dan itupun saya tidak mengerti jurusan tersebut jika lulus nanti akan menjadi apa,akan kerja di mana? Ya,dan pada akhirnya saya memilih ilmu perpustakaan,entah kenapa tertarik saja,seperti ada maghnetnya gitu😁
      Setelah itu,tidak lama saya tes dan tes pun dengan penuh perjuangan loh. Dan akhir yang di tunggu-tungu yaitu pengumuman hasil tesnya... dan tiba di hari pengumuman tes akan keluar,saya sangat merasa deg-degan seperti jantung saya akan copot😃 dan kalau tidak salah harinya saya lupa,tetapi tepat jam 15:30 saya membuka pengumumannya di warnet,dan jarak warnetnya dengan rumah saya lumayan jauh.. dan langsung saja pada akhirnya saya mengetahui bahwa hasilnya saya hanya lulus di universitas uin raden fatah dan dengan jurusan ilmu perpustakaan,yang sebelumnya tidak pernah saya fikirkan,tidak saya harapkan. Sempat merasa stres karna yang saya harapkan tidak tercapai,tetapi dengan motivasi orang di sekeliling saya mereka menjelaskan apa sih ilmu perpustakaan itu,lalu nantinya kita bisa menjadi apa dengan ilmu perpustakaan? Nah mulai dari mendengarkan mereka pola pikir saya mulai berubah,ya mungkin allah memberikan kesuksesan melalui jalur ini,aminnnn. Dan mulai dari situ saya mulai menerima dengan hasil yang saya dapat,saya mulai mencari sebenarnya seperti apa ilmu perpustakaan itu,dan ternyata setelah mengetahui sedikit tentang ilmu perpustakaan ini peluang untuk bekerja lumayam banyak,karena jarang peminat tetapi yang membutuhkan sangat banyak. Mulai dari situ saya belajar untuk bekerja keras,semangat untuk menggapai hasil yang memuaskan.
       Singkat cerita,setelah itu saya mulai masuk di lingkungan uin raden fatah palembang,dari tahap awal orientasi mahasiswa/i yang sangat menyenangkan,dan sampai awal memasuki masa pembelajaran di uin raden fatah palembang,tentunya di fakultas adab dan humaniora tercinta.. awalnya canggung karena harua bertemu orang-orang baru harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar,tetapi lambat laun saya merasa nyaman dengan semua situasi yang saya rasakan di sini. Semua teman-teman baik,ingin bekerja sama,dan saya merasa mendapatkan keluarga baru. Lalu setelah itu saya menjalani semester awal di uin raden fatah palembang,sempat di pertengahan merasa tidak kuat karena pusing bagaimana menyelesaikan semuanya sampai akhir,tetapi karena saya memiliki orang-orang yang selalu menyuport saya akhirnya saya bisa menyelesaikan hingga akhir,dan alhamdulilah bisa mendapatkan ipk yang lumayan tinggi menurut orang-orang. Dan dengan tahap awal yang lumayan memuaskan saya lebih bertekat untuk bekerja keras lagi mendapatkan hasil yang lebih-lebih memuaskan lagi. Dan terakhir saat ini saya berada di semester genap/2 , saya tidak pernah merasa canggung lagi seperti pertama dahulu,tetapi ya mungkin,untuk sekarang saya hanya harus lebih percaya diri dan bisa lebih aktif lagi dalam berbicara di kelas.
       Oh ya,saya merasa sangat bangga menjadi ilmu perpustakaan, kenapa? Karena, perpustakaan adalah paru-paru dunia,jantungnya dunia. Jika tidak adanya perpustakaan maka akan jadi apa dunia ini? Akan seperti apa dunia ini? Maka saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian anak-anak perpustakaan. Dan sekarang tujuan saya bagaimana caranya kedepan nanti bisa mencapai semuanya. Dan untuk teman-teman tidak akan ada penyesalan sedikitpun jika masuk ilmu perpustakaan.

Terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca pengalaman saya dari awal hingga akhirnya sekarang saya bisa menjalani semuanya.

leafleat

1. leaflet         Leaflet merupakan sarana publikasi sebuah informasi secara singkat yang biasanya berbentuk selembaran kertas yang beri...